Tampilkan postingan dengan label Curha tan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curha tan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

{×_×}

Berkata itu sangatlah mudah.
Tapi menjalaninya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Aku masih memiliki perasaan itu.
Masih tersimpan sangat rapi pada tempatnya, walau kamu memberikan hadiah kekecewaan.

Aku mencoba untuk berlapang dada.
Dan terus mencoba.

Tapi...
Tiba-tiba kamu kembali lagi.
Entah kembali untuk apa.

Untuk memulai lagi dari awal?
Atau....
Hanya penghibur hatimu yang menerima penolakan dari seseorang yang menjadi impianmu?

Hanya kamu yang tahu apa jawabannya hubby....

Dulu aku pernah berkata....
Bisa menyayangi kamu itu indah....

Dan memang benar adanya....

Menyayangi kamu itu seperti orang yang ketergantungan obat terlarang....

Saat kamu berhenti menekan nomorku dan mengetikkan pesan untukku di ponselmu, rasanya seperti aku tidak mendapatkan obat terlarang dan menjadi sakaw.

Saat ada panggilan dan pesan di layar ponselku tertera nomormu, aku seperti mendapatkan obat terlarang kembali.

Tapi....
Tolong jangan memberikan seauatu yang palsu kembali.
Sesuatu yang aku harapkan tapi tiba2 kamu hapus karena ada orang lain.

Aku bukan robot.
Aku manusia yang masih punya perasaan karena punya hati.
Dan hatiku hanya satu yang sudah retak.

Rabu, 20 Juni 2012

Bad Dream

Seperti sungguh terjadi.
Dan sangat tidak menyenangkan.

Terbangun dengan serangan yang sangat hebat pada kepala.
Menjadikan pagi ini bukan awal hari yang baik untuk saya.

Menerka-nerka apa yang menjadi penyebabnya.
Tidur yang tak nyenyak kah?
Atau mimpi itu?

Jawabannya datang tak berapa lama.
Saat tiba-tiba ada perasaan menyeruak dalam dada yang sangat menyesakkan.
Tak kuat.
Akhirnya saya pun kembali menangis.

Mimpi itu sangat jelas.
Seolah-olah itu adalah kenyataan.
Saya takut bila suatu hari benar menjadi kenyataan.

Saya mencari-cari ponsel.
Mencari nama yang sekiranya mau mendengar curahan saya dipagi hari.

Ada....
Saya kirim pesan terlebih dahulu.
Tak ada jawaban.
Tampaknya sahabat saya ini masih tertidur pulas.

Melihat nomor seseorang dalam mimpi saya ini.
Masih sambil menangis, saya menghubunginya.
Tak diangkat.
Tampaknya dirinya baru saja terlelap setelah azan subuh memanggil.
Seperti yang biasa dilakukan.

Saya tetap mengiriminya pesan.
Siang nanti pasti dia telah membacanya.
Tapi tak yakin dia akan membalas untuk menghibur.
Saya bukan siapa-siapanya lagi.

Di saat ini lah saya merasakan sendiri.
Kesepian.

Sangat merindukannya.

Semakin hari saya semakin tidak dapat bagaimana rasa pelukannya.
Semakin pudar.
Apakah ini pertanda sudah tidak ada lagi perasaan yang sama?
Salah satu dari kami.
Yang pasti bukan bukan saya.
Mungkin dia..... ;(
 
Saya hanya ingat bagaimana cara dia memeluk.
Saya hanya ingat saya merasa terlindungi.

Sungguh ingin bertemu dan memeluknya.
Bila saya diberi kesempatan itu....
Saya tidak akan pernah melepasnya kembali.

Minggu, 17 Juni 2012

Just say

Jangan pernah bilang kamu menyayangi jika dalam pikiranmu masih ada orang lain.

Jangan pernah bilang kamu tidak suka membandingkannya dengan mantanmu, sedangkan kamu lebih nyaman saat kamu bersama mantanmu.

Jangan pernah bilang kamu peduli jika kamu tidak penah mendengarkan apa kata orang yang sangat peduli kepada kamu.

Jangan pernah bilang kamu menginginkan bersamanya saat kamu masih bisa bersama yang lain tetapi kamu tidak mengatakan kepadanya.

Jangan bilang love you tetapi saat kamu bertengkar dengannya, kamu menjadikan foto mantanmu menjadi photo profile.

Jangan katakan hal yang manis, yang saat kalian masih bersama kepadanya, dan kamu menjadikan foto mantanmu sebelummya photo profile.

Karena akan kamu menjadikan dirinya seseorang yang sakit hati. Dan kamu akan menjadi besar kepala kemudian tidak peduli lagi saat kamu kembali bersama mantan sebelumnya.

Kamis, 14 Juni 2012

"Selamat Malam Mbak Nuke...."

Cahaya pagi menyapaku.
Memaksaku untuk terbangun.

Hmmm....
Harus bangun kah aku?
Rasa kantuk belum hilang betul.

Kuraih ponsel disamping.
Kuaktifkan....

Tak berapa lama...
Sempurna lah gadget ini menyala.

Kupandangi tanpa terlalu berminat.
Tak berapa lama muncul lah "1 pesan diterima".

Kubuka langsung sms tersebut tanpa melihat nama si pengirim.
Ku baca....

"Selamat malam mbak Nuke .... :)"

Pikiranku langsung mengarah kepada seseorang.
Seseorang yang sedang sangat kurindukan.

Mengapa dapat ku berpikir dia?
Padahal belum melihat siapa nama pengirim tersebut.

Karena.....

13 Februari 2012 lalu.
Saat itu jam 7 pagi dan aku baru terbangun dari tidur.
Aku melihat ke arah kanan, sahabat yang sudah ku anggap sebagai kakak perempuanku masih terlelap.

Hmmm....
Tak lama aku pun beranjak dari tempat tidur menuju toilet.
Setelah selesai urusan, aku kembali ke kamar.

Saat melintasi satu kamar lain di kontarakan itu, aku mendengar sebuah suara menyapa gendang telingaku....

"Selamat pagi mbak Nuke...."

Secara spontan pun aku menjawab....

"Selamat pagi mas Rio...."

Itulah mengapa aku berfikir seseorang ini yang menyapaku.
Saat aku akhirnya melihat nama yang tertera ternyata memang dia.

Sesaat setelah mataku terapaku, jari-jariku pun mulai mengetik....

"Selamat pagi mas Rio...."

Senin, 11 Juni 2012

It's my fault?

Kenapa harus selalu berpura-pura bahwa saya baik-baik saja?

Saya juga tidak mau seperti ini.
Saya sudah coba untuk move on.
Setiap hari saya selalu sibukkan diri dengan berbagai kegiatan.
Bekerja hingga lembur.
Bertemu dengan kawan-kawan saat waktu luang.
Semuanya saya lakukan, agar saat pulang pun saya tidak memikirkannya dan langsung tertidur pulas hingga pagi hari dan langsung berkegiatan kembali.

Saya selalu berkata kepada teman saya.
Menangislah saat kamu masih bisa menangis.
Tertawalah saat kamu masih bisa tertawa.
Tapi untuk saat ini saya inginnya tidak menangis.

Saya sudah mencoba untuk move on.
Saya mencoba untuk kembali kuat.
Saat saya pun tidak melihat bahwa dirinya masih membutuhkan saya.
Saya mencoba mengikhlaskan.

Tapi apa salah saya jika terkadng saya masih menangis?

Apa salah saya tiba-tiba tidur saya tidak pulas jan tiba-tiba jam 4 pagi saya terbangun?
Dan tiba-tiba saya menangis.
Saya berusaha untuk tidak menangis.
Saya berusaha menutup mata untuk kembali tidur.
Tapi ternyata tidak bisa.
Saya berbicara dahulu dengan Pencipta saya pun tidak dapat membuat saya tertidur.

Ditemani azan subuh dari masjid dekat rumah saya, saya benar-benar menangis.
Bukan keinginan saya, tapi ternyata perasaan saya tidak kuat menahan sedih.

Saya masih mampu melangkah bila untuk hal lain.
Tapi untuk hal ini....
Ini masalah hati.
Hati saya cuma satu.

Bila boleh memilih tidak menggunakan hati, saya akan memilih itu.

Jumat, 08 Juni 2012

"Karena Cinta Kamu Ada"


Cinta itu sebuah kata....
Cinta itu sebuah ungkapan....
Cinta itu sebuah perasaan....

Tak perlu logika untuk merasakannya....
Tak perlu pembelajaran untuk mengetahuinya....

Hanya perlu menatapnya....
Hanya perlu mendengarnya....
Hanya perlu mengucapkannya....

Dan kita semua akan tahu kita mencintainya....

Tapi ada kalanya seseorang tidak mengetahui sebesar apa dirinya membutuhkan sosok tercinta itu.
Membutuhkannya karena bukan hanya sekadar mencintainya tetapi juga menyayanginya,

Saat tersadar....

Berharap semuanya tidak terlambat.

Pribadi yang cenderung egois termasuk dalam pola pandangan hidup itu pun menyadarinya.

Dua minggu dimasa kesendirian.
Tidak mampu menjadi yang seperti sedia kala.

Kali ini yakin, bukan masalah mampu atau tidak.

Benar yang dikatakan pria berperut kecil ini.
Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia.
Tuhan memberikan kamu/aku dalam hidup aku/kamu pasti karena Dia memiliki rencana.

Perbedaan seharusnya tidak menjadi penghalang perasaan yang paling tulus tersebut.
Bagaimana pun Tuhan itu hanya satu.
Bila Tuhan itu ada beberapa tentu tidak mungkin ada perbedaan dalam cinta.

Menyatukan perbedaan demi tujuan yang mulia tentu akan menjadi sesuatu yang indah.

Awalnya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi bila seperti yang dikatakan untuk mencapai tujuan mulia dan dengan hati tulus, semuanya akan berjalan sempurna.

Karena ketika kita tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah.
Meski pikiran terkadang berputus asa, namun hati tetap akan mencoba.




Rabu, 06 Juni 2012

Jar of Hearts

 Kamu menjadi lemah....

Itu yang terdengar saat saya terjatuh tak berapa lama, dan masih sangat terasa.
Tidak ada satu orang pun yang ingin berada di posisi saya saat ini.
Saya juga tidak mau keadaan menjadi seperti ini.

Salah saya?

Iya ini salah saya.
Semua yang semula indah saya hancurkan.

Tapi saya memiliki alasan untuk semuanya.
Sayang alasan itu tidak akan didengarnya.

Kamu tampak kurang tidur....

Tidak, secara jam saya tidak kurang tidur.
Dua hari ini saya tidur selama sembilan jam.
Tapi saat bangun, saya tidak merasa seperti bangun tidur.
Dan sepanjang hari saya tetap mengantuk.

Bagaimana perasaanmu?

Entah lah....
Bila disebutkan dengan warna,
Warna saya abu-abu.

Tahu apa yang saya inginkan, tetapi tak tahu bagaimana cara mendapatkannya.
Terlalu takut untuk membayangkan saya tidak mendapatkannya.

I want to meet him....
I want to hug him....

Memberinya satu toples penuh berisi hati saya...

"One of The Great Loves of My Life"

Satu langkah kedepan, keberhasilan.
Satu langkah kebelakang, kegagalan.

Dua hal yang pasti terjadi di kehidupan semua manusia.
Hanya kasusnya dan ritmenya saja yang berbeda.

Tapi kali ini saya mau berbagi untuk kasus cinta.
Karena baru saja saya harus melangkahkan satu kaki kebelakang.

Pasti orang akan terkejut bila mengetahui ini.
Orang-orang yang tiga bulan lalu ikut berbahagia akan langkah kakiku,
Langkah kaki kedepan.

Masih sangat jelas ratusan ucapan dari mereka.
Ucapan seolah-olah saya melepaskan masa lajang.

Saya tahu mereka mengucap bukan hanya melalui bibir, tetapi dengan hati pula.
Mereka tahu telah lama saya tidak melangkahkan kaki untuk kasus ini.

Beberapa dari mereka tahu, bagaimana saya mencoba untuk berdiri kembali.
Bukan hanya berdiri tetapi bangkit.
Itu hal yang sangat sulit.
Mereka mengetahuinya.

Namun saat ini saya terpuruk lagi.
Sangat aneh mungkin, bagi beberapa orang kenapa harus terpuruk kembali, bukankan ini hanya berjalan 3 bulan?
Bukankah hanya dengan bersedih sebentar, semua akan kembali normal?

Jangan tanya kepada saya.
Saya tidak tahu jawabannya.

Yang pasti pria ini berbeda.

Bila ditanya apa yang berbeda?
Entahlah.....
Saya hanya tahu, sayang, cinta itu adalah hal yang tak dapat dijelaskan mengapa dan kenapa bisa ada rasa tersebut.

Tapi mengapa saya tahu pria ini berbeda?
Setiap saya menyukai seseorang, pasti ingin dia menjadi orang yang terakhir.
Tetapi dengan pria ini, hanya perlu berjalan satu bulan pikiran dan hati saya berkata :
"Saya ingin menghabiskan sisa hidup saya bersamanya."
"Saya tidak ingin dia hanya menjadi yang terakhir, saya ingin dia menjadi jodoh saya."

Benar kata beberapa orang sayang yang tulus itu tidak hanya dari berapa lama kita bersama, ternyata hanya dalam hitungan minggu hal tersebut dapat muncul.

Dia "One of The Great Loves of My Life".

Rabu, 08 Juni 2011

Ganjuran

Malam ini, aku ingin sekali ke Ganjuran.
Tempat kecil diujung Jogja yang selalu menjadi tempat mengaduku.

Tidak perlu takut untuk mengeluarkan semuanya disini.
Bahkan tangisan.

Tapi kapan aku bs kesana lagi?
Menuangkan semua sakit di dadaku.

Akhirnya aku hanya bisa menangis di dalam kamarku.
Tapi aku tidak tenang.

Minggu, 01 Mei 2011

She Never Leave

Manusia bisa menjadi sangat aneh dan cenderung memutar balikkan fakta.

Ada seorang perempuan yang selalu memiliki perasaan tulus jika dirinya menyayangi seorang laki-laki.
Sering kali dirinya dikecewakan, tidak membuatnya membenci lawan jenisnya.
Dia tidak pernah meninggalkan seseorang yang disayanginya walaupun bertubi-tubi sakit hati dialamtkan kepadanya.

Dia selalu dengan sabar menunggu untuk perubahan dalam diri orang yang disayanginya.
Dia diam, dia cerewet, dia marah, bahkan dia menangis.
Tetapi tidak membuatnya berhenti menyayangi walapun dirinya tidak digubris, telepon ditutup, dicaci maki  karena posisinya yang salah.

Perempuan ini tetap hanya manusia biasa.
Yang pada akhirnya harus memutuskah untuk melanjutkan hidupnya, walaupun sendiri.
Tetapi saat keputusannya sudah bulat, datang kembali laki-laki itu dan berkata bahwa perempuan ini meninggalkan dirinya.
Mengatakan dirinya tidak dapat berubah menjadi lebih baik, lebih dewasa tanpa perempuan ini.

Perkataan yang sangat menyentuh memang.
Tetapi apakah perkataan tersebut masih dapat dipercaya setelah bertahun-tahun perempuan mengharapkan laki-laki itu berubah padahal tidak ada perubahan sedikit pun.
Mengapa laki-laki berkata perempuan ini meninggalkannya, sedangkan laki-laki itu tidak pernah berkabar.

Jika ditanyakan kepada laki-laki itu mengapa kau tiada berkabar?
Pastilah jawabannya Aku sedang banyak masalah, dan aku tidak mau membebankan kepada engkau.
Bagaimana masalah yang dihadapinya akan selesai jika laki-laki itu tidak menyelesaikannya?
Bagaimana akan selesai jika cuma duduk manis dan bermain poker?

Telur saja jika tidak dierami atau diberikan tempat yang hangat tidak akan menetas, kalaupun menetas tidak akan sempurna.
Begitupula dengan masalah jika didiami tidak akan selesai, kalupun sedikit dilupakan, ada saat dimana masalah tersebut akan merengut orang-orang disekitar laki-laki itu.

Pikirkanlah saat kau meninggalkan dirinya, bagaimana perasaannya.
Jangan hanya memikirkan dirimu saja lalu menyalahkannya, saat dirinya meninggalkanmu.
Janganlah menjadi orang yang paling menderita, padahal kau sangat tahu bahwa dirinya lebih menderita atas semua perbuatanmu.

She trust you to be an adult man.
with her or not.